Kamis, 15 Maret 2012

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Apendisitis Di Ruang Seruni RSUP NTB

BAB I
 PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
          Penyakit gastrointestinal (GI) merupakan masalah kesehatan utama yang menyerang lebih dari 34 juta orang Amerika. Kira-kira 20 juta dari mereka mengalami gangguan kronis dan kira-kira 2 juta mengalami kecacatan permanen. Jumlah yang meninggal setiap tahun karena penyakit GI adalah 200.000. Penyakit gastrointestinal adalah penting karena mayoritas dari proses pencernaan terjadi pada permukaan usus, dan di dalam  sel pencernaan tempat terjadinya absorpsi. Jenis penyakit dan gangguan yang mempengaruhi saluran GI bawah sangat banyak dan bervariasi. Pada semua kelompok umur, gaya hidup yang cepat, stress yang tinggi, kebiasaan makan tidak teratur, masukan serat dan air tidak cukup, dan kurangnya latihan sangat berperan dalam masalah ini (Smeltzer & Bare, 2001).
          Tujuh persen penduduk di Amerika menjalani apendiktomi (pembedahan untuk mengangkat apendiks) dengan insidens 1,1/1000 penduduk pertahun, sedang di negara-negara barat sekitar 16%. Di Afrika dan Asia prevalensinya lebih rendah akan tetapi cenderung meningkat oleh karena pola dietnya yang mengikuti orang barat (www.ilmubedah.info.com, 2011). Untuk kejadian apendisitis di Indonesia khususnya di NTB, peneliti tidak menemukan referensi valid yang menyatakan jumlah maupun perbandingan penderita apendisitis. Data dari instalasi rekam medik RSU Provinsi NTB tahun 2011, menunjukkan bahwa penderita apendistis mengalami peningkatan setiap bulan dan kasus terbanyak terdapat di ruang Seruni dengan penderita dari bulan Juli-September berjumlah 84 orang dengan presentase penderita laki-laki 39,28% dan wanita 60,71%.
          Ni Ketut Kusumarjathi (2009) yang melakukan penelitian di ruang Bima RSUD Sanjiwani Gianyar Bali tentang tingkat kecemasan pasien pre apendiktomi berdasarkan  usia, pekerjaan, dan tingkat pendidikan dengan responden berjumlah 30 orang. Karakteristik responden berdasarkan usia adalah 70%  berumur  20 - 30 tahun, 23,3% berumur 31 - 40 tahun, dan 6,7% berumur 41 - 50 tahun. Berdasarkan jenis pekerjaan 13,3% tidak bekerja, 26,7% PNS, 50% swasta, 10% bekerja lain-lain. Berdasarkan tingkat pendidikan sebagian besar SMA 50%. Tingkat kecemasan responden adalah 3,33%, kecemasan berat, 73,3% kecemasan sedang, dan 23,3% kecemasan ringan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tingkat kecemasan pasien pre apendiktomi yang terbanyak adalah menurut tingkat pandidikan SMA 50% (15 orang) (http://isjd.pdii.lipi.go.id, 2011).
          Berdasarkan pengalaman empiris yang didapat peneliti  saat praktek laboratorium rumah sakit pada bulan februari 2011 di RSU Provinsi NTB, bahwa peneliti mendapatkan pasien yang akan dioperasi tanpa ditemani oleh keluarganya, mengalami kecemasan yang menimbulkan perubahan fisiologis seperti jantung berdebar-debar, peningkatan tekanan darah, nafas cepat, perasaan adanya tekanan pada dada yang dapat beresiko ketika menjalani pembedahan sehingga jadwal operasi diundur  beberapa hari. Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada 10 pasien yang akan menjalani operasi apendisitis dengan cara memberi kuesioner untuk mengetahui tingkat dukungan keluarga dan lembar observasi HRS-A untuk mengukur tingkat kecemasan, didapatkan 30% mengalami kecemasan ringan, 60% mengalami kecemasan sedang, dan 10% mengalami kecemasan berat dengan dukungan keluarga rata-rata dalam kategori baik.

          Penelitian yang dilakukan oleh Ruspita Jenita Nadeak (2010) dengan judul “Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi di Ruang RB2 RSUP HAM Sumatera Utara” memperoleh hasil bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan dukungan keluarga terbesar adalah kategori baik 53,2% dan paling sedikit adalah kategori kurang 17,7%. Untuk tingkat kecemasan kategori tertinggi adalah kecemasan ringan 46,8% dan yang paling sedikit adalah kategori berat 24,2% (www.mediaindo.co.id, 2011).  
          Dukungan keluarga diharapkan mampu menurunkan tingkat kecemasan pada psien pre operasi apendisitis yang dapat berupa dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan penilaian (appraisal), dan dukungan emosional. Dari uraian dan data di atas, maka perlu dilakukan penelitian guna mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi apendisitis di ruang Seruni RSU Provinsi NTB.

1.2.       Rumusan Masalah
        Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dirumuskan masalah penelitian yaitu “ apakah ada hubungan simetris antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi apendisitis di ruang seruni RSU Provinsi NTB ?.”

1.3.       Tujuan Penelitian
1.3.1.      Tujuan umum
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi apendisitis di ruang Seruni RSU Provinsi NTB tahun 2012.
1.3.2.      Tujuan khusus
a.       Mengidentifikasi dukungan keluarga yang diberikan pada pasien pre operasi apendisitis di ruang seruni RSU Provinsi NTB.
b.      Mengidentifikasi tingkat kecemasan pasien pre operasi apendisitis di ruang seruni RSU Provinsi NTB.
c.       Menganalisa hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi apendisitis di ruang seruni RSU provinsi NTB.
 
1.4.       Manfaat Penelitian
        Manfaat penelitian adalah kegunaan hasil penelitian, baik bagi kepentingan pengembangan program maupun kepentingan ilmu pengetahuan. Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk :
1.4.1.      Bagi RSU Provinsi NTB
a.       Sebagai bahan masukan khususnya tenaga perawat untuk meningkatkan mutu pelayanan di ruang rawat inap bedah dengan cara melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan pada pasien yang akan menjalani operasi.
b.      Memperkaya ilmu pengetahuan tentang dukungan keluarga pada pasien pre operasi.
1.4.2.      Bagi peneliti
Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti sendiri tentang pentingnya keterlibatan keluarga dalam memberikan dukungan keluarga pada pasien pre operasi.
1.4.3.      Bagi pengembangan ilmu
a.       Dapat dijadikan informasi bagi akademik/pendidikan untuk kegiatan belajar mengajar atau sumber pengetahuan tentang ilmu keperawatan pasien pre operasi khususnya tentang dukungan keluarga.
b.      Sebagai bahan masukan atau pertimbangan untuk penelitian lebih lanjut tentang kebutuhan dukungan keluarga pada pasien pre operasi.
1.4.4        Bagi pasien
Sebagai fakta ilmiah bahwa pengetahuan dukungan keluarga sangat diperlukan untuk mengurangi kecemasan pasien pre operasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar